5 Kesalahan Fatal UMKM Saat Membuat Website Pertama (Dan Cara Menghindarinya)
Setiap minggu, ada UMKM di Padang yang datang ke kami dengan keluhan: "Website saya sudah jadi, tapi kok sepi pengunjung? Tidak ada yang order?" Atau lebih parah: "Website saya error terus, pembuatnya sekarang tidak bisa dihubungi."
Setelah handling ratusan project website UMKM, kami menemukan pola: ada 5 kesalahan yang hampir selalu dilakukan oleh pemilik bisnis yang baru pertama kali buat website. Kesalahan ini bukan cuma buang-buang uang, tapi juga bikin bisnis kehilangan peluang besar.
Artikel ini akan breakdown setiap kesalahan dengan detail, plus solusi praktis supaya Anda tidak jadi korban berikutnya.
Kesalahan #1: Pilih Vendor Berdasarkan Harga Termurah
Ini kesalahan paling umum dan paling mahal. Banyak UMKM yang tergiur dengan tawaran "website cuma Rp 500.000" atau bahkan "Rp 300.000 all-in".
Realita di Balik Harga Murah:
- Template murahan yang dipakai puluhan website lain (identik, tidak unik)
- Loading lambat karena pakai hosting gratisan atau shared hosting termurah
- Tidak responsive di HP (padahal 70% traffic dari mobile)
- Tidak SEO-friendly sehingga tidak akan pernah muncul di Google
- Tidak ada support setelah launch - kalau error, Anda sendirian
- Keamanan rendah - gampang kena hack atau virus
💸 Case Study Kerugian
Pak Budi, pemilik toko elektronik di Padang, bayar Rp 400.000 untuk website "all-in". Setelah 2 bulan:
- Website sering down, pelanggan komplain tidak bisa buka
- Pembuatnya hilang, tidak bisa dihubungi untuk perbaikan
- Harus bayar developer lain Rp 2 juta untuk fix masalah
- Akhirnya remake dari nol, total loss: Rp 2,4 juta + 3 bulan waktu terbuang
Kalau dari awal bayar Rp 1,5-2 juta ke provider yang proper, masalah ini tidak akan terjadi.
Solusi: Value for Money, Bukan Cheapest
- Budget realistis: Website company profile yang proper minimal Rp 1,5-2,5 juta
- Cek portfolio: Minta lihat minimal 5 website yang pernah dibuat
- Test website mereka: Buka di HP dan laptop, cek loading speed
- Garansi maintenance: Minimal 1-3 bulan gratis after-sales support
- Clear contract: Tertulis jelas apa saja yang included dan tidak
Kesalahan #2: Tidak Siapkan Konten Sebelum Website Dibuat
Website sudah jadi, tapi isinya cuma "Lorem ipsum dolor sit amet..." atau foto-foto random dari internet. Ini membuat website terlihat tidak profesional dan tidak dipercaya calon pelanggan.
Dampak Buruknya:
- Pelanggan tidak tahu produk/jasa Anda secara detail
- Terlihat abal-abal, kredibilitas drop
- Google tidak akan rank website tanpa konten berkualitas
- Project terlambat launch karena nunggu konten dari klien
Solusi: Siapkan Konten Sejak Awal
Checklist Konten yang Harus Disiapkan:
📝 Teks/Tulisan:
- Deskripsi bisnis (100-200 kata)
- Deskripsi setiap produk/layanan (50-100 kata per item)
- Testimoni pelanggan (minimal 3-5)
- Informasi kontak lengkap (alamat, HP, email, jam operasional)
- FAQ (5-10 pertanyaan yang sering ditanya)
📸 Visual:
- Logo bisnis (format PNG dengan background transparan)
- Foto produk berkualitas tinggi (minimal 3-5 foto per produk)
- Foto tempat usaha atau team (untuk build trust)
- Banner/hero image untuk homepage
Tips: Kalau Anda tidak bisa menulis atau foto sendiri, ada 2 opsi:
- Bayar copywriter dan fotografer profesional (invest Rp 500rb-1 juta)
- Pakai jasa web developer yang include content creation (biasanya ada paket bundle)
Kesalahan #3: Tidak Mikirin Mobile Responsive
"Website saya sudah bagus di laptop, tapi kenapa di HP berantakan?" - Ini komplain yang sering kami terima dari klien yang pakai jasa abal-abal.
Fakta Penting:
- 70-80% pengunjung website UMKM dari mobile
- Google prioritaskan mobile-friendly website di ranking pencarian
- 53% pengunjung mobile akan bounce kalau loading lebih dari 3 detik
- Pengalaman buruk di mobile = lost customer
Ciri Website TIDAK Mobile-Friendly:
- Teks terlalu kecil, harus zoom untuk baca
- Tombol/link terlalu kecil atau berdekatan, susah diklik
- Gambar keluar dari layar atau terpotong
- Menu navigasi tidak responsive (harus scroll horizontal)
- Form input susah diisi di layar HP
Solusi: Mobile-First Approach
- Pastikan developer design untuk mobile dulu, baru desktop
- Test di berbagai device: iPhone, Android, tablet
- Check dengan Google Mobile-Friendly Test (tool gratis dari Google)
- Loading speed maksimal 3 detik di jaringan 4G
- Tombol WhatsApp dan Phone harus mudah diklik di mobile
Kesalahan #4: Tidak Ada Call-to-Action (CTA) yang Jelas
Website sudah bagus, tapi pengunjung bingung: "Terus, saya harus ngapain?" Tidak ada tombol jelas untuk order, inquiry, atau kontak.
Dampaknya:
- Conversion rate rendah - banyak yang lihat, sedikit yang action
- Pengunjung langsung pergi tanpa melakukan apa-apa
- Investasi traffic (organik atau ads) jadi sia-sia
Solusi: CTA yang Clear & Compelling
CTA Wajib di Website UMKM:
✅ Primary CTA (Paling Penting)
- Floating WhatsApp button (selalu visible saat scroll)
- Tombol "Order Sekarang" atau "Konsultasi Gratis" di hero section
- Form inquiry/contact yang mudah diisi
✅ Secondary CTA
- Download catalog/pricelist
- Lihat portfolio atau case study
- Baca testimoni pelanggan
- Follow social media
Tips Copywriting CTA yang Convert:
- ❌ Buruk: "Hubungi Kami" → ✅ Bagus: "Konsultasi Gratis via WhatsApp"
- ❌ Buruk: "Lihat Produk" → ✅ Bagus: "Lihat Katalog & Harga Lengkap"
- ❌ Buruk: "Daftar" → ✅ Bagus: "Dapatkan Diskon 10% Sekarang"
Kesalahan #5: Lupa Maintenance & Update Setelah Launch
Website sudah launch, terus ditinggal begitu saja. Tidak ada update, tidak ada maintenance. 6 bulan kemudian: website lambat, error, atau bahkan kena hack.
Masalah yang Timbul:
- Keamanan lemah: Plugin dan CMS yang tidak update jadi celah hacker
- Performance menurun: Database kotor, cache menumpuk
- Informasi kadaluarsa: Harga, produk, atau kontak yang sudah berubah
- Ranking Google turun: Google suka website yang aktif update
- Kompetitor menang: Mereka update terus, Anda stagnant
Solusi: Maintenance Rutin
Checklist Maintenance Bulanan:
- Update CMS dan plugin ke versi terbaru
- Backup database dan files
- Check broken links
- Monitor uptime dan loading speed
- Review Google Analytics dan Search Console
- Update konten minimal 1-2x per bulan (blog, produk baru, promo)
Opsi Maintenance:
- DIY (Do It Yourself): Kalau paham teknis, bisa handle sendiri (hemat biaya)
- Hire Part-time Tech: Bayar freelancer Rp 200-500rb/bulan untuk maintenance rutin
- Paket Maintenance dari Developer: Biasanya Rp 300-800rb/bulan (recommended untuk yang tidak paham teknis)
💡 Pro Tips dari Puplas
Saat negotiasi dengan web developer, pastikan ada:
- 1-3 bulan garansi gratis untuk bug fixing dan minor adjustment
- Training cara update konten sendiri (untuk hemat biaya maintenance)
- Dokumentasi lengkap tentang website Anda
- Source code dan akses penuh ke hosting & domain
Jangan sampai terjebak vendor lock-in dimana Anda tidak punya akses apapun dan harus selalu bayar mereka untuk perubahan kecil.
Bonus: Red Flags Saat Pilih Web Developer
Waspadai tanda-tanda ini saat negotiasi:
- 🚩 Tidak ada portfolio yang bisa ditunjukkan
- 🚩 Harga sangat murah dibanding market rate (di bawah Rp 1 juta untuk company profile)
- 🚩 Tidak mau kasih garansi atau after-sales support
- 🚩 Timeline tidak realistic ("website jadi 3 hari!" padahal kompleks)
- 🚩 Komunikasi lambat atau susah dihubungi bahkan sebelum project mulai
- 🚩 Tidak mau jelaskan teknis atau "trust me bro" terus
- 🚩 Tidak ada kontrak tertulis yang jelas
- 🚩 Minta full payment di depan tanpa milestone atau terms
Kesimpulan: Investasi yang Tepat Sejak Awal
Website adalah aset digital jangka panjang untuk bisnis Anda. Kesalahan di awal bukan cuma bikin rugi uang, tapi juga buang-buang waktu dan kehilangan peluang bisnis.
Recap 5 Kesalahan Fatal:
- Pilih vendor berdasarkan harga termurah
- Tidak siapkan konten sebelum website dibuat
- Tidak mikirin mobile responsive
- Tidak ada call-to-action yang jelas
- Lupa maintenance dan update setelah launch
Dengan menghindari 5 kesalahan ini, Anda sudah selangkah lebih dekat ke website yang tidak hanya cantik, tapi juga efektif menghasilkan leads dan penjualan untuk bisnis Anda.
Mau Website yang Bener Dari Awal?
Konsultasi gratis dengan tim Puplas. Kami akan guide Anda step-by-step supaya tidak salah langkah dan investasi website Anda menghasilkan ROI maksimal.